Tanpa Pakaian

2318 Kata

Akhirnya Arunika tidak berangkat ke kampus pagi itu. Setelah Mbak Wita menerima telepon dengan wajah panik dan buru-buru berpamitan karena anaknya mengalami kecelakaan, penthouse itu kembali terasa sunyi bahkan terlalu sunyi untuk ukuran tempat sebesar itu. Tidak ada suara peralatan dapur, tidak ada langkah kaki, hanya gema samar dari pendingin ruangan dan detak jarum jam yang terasa lebih nyaring dari biasanya. Sebagian makanan ia ambil dari yang sudah disiapkan yaitu sup hangat, nasi lembut, dan lauk sederhana, sementara sisanya ia tambahkan sendiri. Ia sengaja membuat teh hangat dengan madu dan irisan jahe tipis, juga bubur ayam yang sedikit dimodifikasi agar tidak terlalu berminyak. Suara Mahadewan tadi yang serak masih terngiang di kepalanya, membuatnya tanpa sadar lebih berhati-hati

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN