"Kenapa kamu bersama pria k*****t itu, Amel?" Suara Leonardi yang terdengar di ujung panggilan telepon kini bagaikan air es yang dapat membuat Amelia merinding. Wajah Amelia memucat seketika, tanpa sadar gadis itu menatap Raka yang kini memandangnya dengan curiga. "Siapa itu?" tanya Raka dengan nada serius. Amelia menggigit bibirnya, tidak tahu harus menjawab apa, sementara suara di telepon terus berbicara, "Aku tahu di mana kamu sekarang. Jadi jangan coba-coba lari." Amelia menelan salivanya, dadanya berdegup kencang. Dia memalingkan wajah dari Raka yang menatapnya cemas, mencoba mengendalikan emosi yang bergolak di dalam dirinya. "Amel, siapa itu?" tanya Raka lagi dengan nada yang lebih tegas. Amelia tahu jika dia tak punya pilihan selain menjawab. "Ah, cuma telepon salah

