Bab. 28 Kenangan Indah

1202 Kata

Tak mau berlama-lama mengenang tragedi kecelakaan itu, membuat Leonardi akhirnya melanjutkan perjalanan menuju kantor. Hujan deras yang mulai mengguyur bumi seakan menggambarkan perasaan Leonardi saat ini. Ketika tiba di kantor, Leonardi melangkah masuk ke ruangannya dengan tenang. Dia segera menelepon Alena untuk bertemu pada malam ini. Jika pernikahan mereka harus dipercepat, dia ingin memastikan semuanya sesuai dengan keinginannya. "Leon. Tumben pagi-pagi kamu udah telepon." Suara Alena yang riang segera menyapa indra pendengaran Leonardi. "Bisa kita ketemu nanti malam?" tanya Leonardi tanpa basa-basi. "Tentu aja bisa dong. Mau ketemu di mana?" sahut Alena dengan nada suara yang semakin antusias. Dia merasa bahagia karena sang tunangan yang sangat jarang meneleponnya malah berin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN