Suara alarm menyadarkan Amelia jika sudah waktunya untuk bersiap-siap, andai saja hari ini bukan Senin, Amelia memilih untuk kembali merebahkan dirinya di ranjang. Rasa sakit masih menyengat pada inti tubuhnya, membuat Amelia terpaksa harus menelan sebutir paracetamol. Tidak mungkin dia akan pergi ke kantor dengan tubuh yang terasa remuk. Ojek daring menjadi pilihan Amelia hari ini. Menyetir motor dalam keadaan seperti ini, jelas akan membahayakan dirinya dan para pengguna jalan lainnya. Saat menunggu ojek di luar rumah, Amelia menatap pagar depan dengan pandangan kosong. Masih tak percaya jika dia telah menyerahkan kesuciannya kepada Leonardi, kakak angkatnya. Hati dan logikanya saling bertentangan. Jika menuruti hatinya, tentu saja Amelia sangat bahagia bisa bersama dengan Leonardi m

