“Akhir pekan ini kami akan pergi ke resor ski. Sudah lama aku tidak main ski. Dan mereka juga bilang mau pergi ke onsen*.”Suara Yuri yang riang terdengar dari pengeras suara di ponsel Takumi. “Taku, kau mau ikut?” Takumi melirik ponsel yang menempel di dasbor mobilnya sementara ia mengemudi. “Tidak,” sahutnya sambil menggeleng walaupun Yuri sudah pasti tidak bisa melihatnya. “Kurasa aku akan sibuk sekali akhir pekan ini. Banyak pekerjaan yang menunggu. Tapi kuharap kau bersenang-senang dengan teman-teman sekantormu.” Hening sejenak, Ialu Yuri bertanya dengan nada serius, “Taku, kau benar-benar berencana menetap di sini?” Takumi menghentikan mobilnya di depan lampu lalu lintas yang sudah berubah merah. “Ya,” sahutnya tegas sambil menatap ponselnya. Ia memang yakin ia ingin menetap dan

