BAB 29

1069 Kata

“Banyak temanku yang bilang makanan di sini enak sekali,” kata Akira ketika mereka memasuki sebuah kedai kecil yang ramai dikunjungi para karyawan kantoran pada jam makan siang seperti ini. “Benarkah? Aku belum pernah ke sini.” Aiko memandang berkeliling mencari tempat kosong sementara seorang pelayan menyerukan ucapan selamat datang kepada mereka. “Tapi kurasa Sensei benar. Tempat ini ramai sekali.” Takumi sempat bergumam, tapi Aiko tidak menangkap jelas apa yang ia ucapkan. Ia tetap mengikuti Aiko masuk tanpa banyak bicara. Mereka berjalan menuju meja yang tersisa, satu-satunya yang masih kosong di ruangan itu. Akira langsung duduk berhadapan dengan Aiko, seolah sudah terbiasa mengambil posisi tersebut. Takumi menoleh sebentar, lalu memilih duduk di samping Aiko. Gerakannya sederhana,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN