BAB 30

1509 Kata

Aiko melambaikan tangan ke arah Akira yang melaju pergi dalam mobilnya setelah menurunkan Aiko dan Takumi di depan perpustakaan, lalu ia menoleh ke Takumi yang berdiri di sampingnya dengan agak canggung. Aiko bingung. Ia sama sekali tidak tahu apa yang dipikirkan Takumi, tidak mengerti kenapa laki-laki itu berubah pendiam selama makan siang tadi. Benar, memang sudah sebulan terakhir ini mereka jarang bertemu dan berbicara. Aiko sendiri berusaha tidak bertemu atau berpapasan dengan Takumi. Kenapa? Karena setiap kali ia melihat Takumi, bayangan laki-laki itu memeluk Iwamoto Yuri selalu menyerang pikirannya, membuatnya gelisah. Aiko harus selalu mengingatkan diri sendiri bahwa Takumi yang sekarang sudah bukan Takumi yang dulu pernah melukis bintang di langit-langit kamar tidurnya, bukan la

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN