Bab 44

1210 Kata

“Lin, apa-apaan kamu?” Pram mencekal gerakan tanganku yang secara kasar memasukkan pakaian ke dalam koper. Setelah pertengkaran kami tadi, aku memutuskan meninggalkan Pram ke lantai dua, ke kamarku. Aku segera mengemasi pakaianku. Aku ingin pergi dari rumah pemberian Pram ini. Pergi dari kehidupan Pram. Aku muak. Aku muak dengan sikap Pram yang selalu mengekangku. Sayangnya, Pram yang kukira sudah pergi justru menyusulku ke kamar. Amarah pria itu semakin menjadi ketika mendapatiku tengah mengemasi pakaian. “Lepas, Pram!” Tak memedulikan wajahku yang penuh air mata, kutatap wajah Pram dengan tajam, mencoba melepaskan diri dari cekalan tangannya. “Mau ke mana kamu, bawa pakaian ini?” Pram bertanya tanpa melepaskan cekalannya dari tanganku. “Bukan urusanmu!” teriakku. “Aku mau pergi ke ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN