*Author Pov*
"Jam berapa pertandingan selanjutnya?" tanya Genta pada kedua temannya yang sedang melihat selebaran berisi jadwal selanjutnya.
"Sebentar lagi. Lalu setelah itu kita yang akan main." jawab Juna sambil melihat urutan para tim yang sudah tersusun.
"Anjir, makin degdegan banget gw." kata Genta.
Sejak tadi pemuda itu tidak berhenti meminum air mineralnya agar tidak merasa gugup.
"Juna!"
Mendengar namanya di panggil cukup keras, Juna memalingkan wajahnya dari pamfelt di tangannya dan melihat sekeliling.
Seorang pria melambaikan tangannya begitu melihat Juna sedang mencari sumber suata itu.
"Mas Satria, Mbak Ina. Kok kalian ada disini?" tanya Juna begitu Satria dan Ina mendekati kursi Juna.
"Ya buat dukung kamu dan tim dong." jawab Satria dengan senyum lebarnya.
Juna menatap kakak perempuan nya, "Mba sendiri nonton sukarela apa di seret Mas Satria?"
"Sukarela dong, emang gak boleh kalau mbak liat pertandingan adik mbak sendiri?"
Juna nyengir lebar, "Boleh lah. Oh iya mas Satria, kenalin ini teman-teman Juna."
Satria mengulurkan tangannya pada para remaja di depannya.
"Kenalin, saya Satria calon kakak iparnya Juna."
Dan pukulan maut dari Mbak Ina mendarat sukses mendengar perkataan ngaco dari temannya itu.
"Sejak kapan Mbak Ina udah keep?" tanya Genta terkekeh, dan tentu saja pukulan Mbak Ina ikut mendarat di bahu teman adiknya itu.