Enam Puluh Tiga

201 Kata
*Author Pov* selesai nya pertandingan tim kedua, Rio menyuruh anggota timnya untuk berlatih sebentar di lapangan yang di sediakan oleh panitia. Rasa gugup menyerang mereka semua. Bahkan Genta dan Radi melakukan beberapa kesalahan yang sama. Melihat anggota timnya merasa gugup, Rio pun menghentikan latihan mereka. Di lihatnya satu persatu anggotanya. Bohong jika ia tidak merasa gugup, karena sejujurnya pun ia sedang berusaha menahan nya agar bisa mengatur mereka lebih baik. "Dengar, aku tahu kalau kalian merasa gugup saat ini. Aku pun juga merasakan. Tapi ini adalah kesempatan kita untuk membuktikan kemampuan kita. Kita tunjukan pada mereka hasil dari latihan yang kita jalani selama ini. Kita buktikan pada mereka jika klub Harimau Putih sudah bangkit kembali dan layak untuk di perhitungkan." ucap Rio memberikan semangat untuk mereka semua. "Kita juga buktikan pada mereka kalau kita berhak untuk masuk ke babak berikutnya!" "Oooo!" Kobaran semangat pun mulai terlihat dari mereka semua. Rasa gugup yang sempat mengganggu perlahan terganti kan oleh semangat yang di berikan Rio. Juna melihat kedua tangannya, ia sudah berlatih cukup keras hingga bisa seperti sekarang, ia tidak boleh mengecewakan kedua kakak kelasnya yang selama ini sudah banyak membantunya. Mereka pun kembali melakukan latihan kecil sebelum mereka bermain sebentar lagi. *
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN