*Author Pov* Langkah Putra menyusuri koridor sekolah berakhir di lantai paling atas gedung sekolah yang menuju atap terbuka yang biasanya di gunakan para guru untuk beristirahat. Putra hendak membuka pintu tersebut, namun sayangnya pintu itu terkunci. Ia juga malas jika harus pergi ke ruang guru hanya untuk mengambil kunci nya. Jadi Putra memutuskan untuk duduk di pojok tangga. Tangannya mengeluarkan ponsel dari saku celananya. Ada satu pesan yang belum sempat ia baca sejak pagi tadi. Ia tahu pesan itu dari siapa, Putra hanya enggan untuk membalasnya. Pemuda itu kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku, menyandarkan tubuhnya di sisi pegangan tangga. Ia memandang ke depan dengan tatapannya yang tidak fokus. Ia teringat lagi tentang pertengkarannya dengan sang ayah. Sebenarnya

