Bab 76

3508 Kata

Ruangan bawah tanah itu kembali sunyi setelah pintunya ditutup dari luar. Tidak ada suara selain tetes air yang jatuh dari pipa tua di sudut ruangan. Lampu yang menggantung di atas kepala menyala redup, membuat bayangan Aira memanjang di lantai beton yang dingin. Aira berdiri dengan kedua tangan terikat pada tiang besi yang berada di tengah ruangan. Pergelangan tangannya mulai terasa nyeri karena rantai yang terus bergesekan dengan kulit. Setiap kali mencoba mengubah posisi berdiri, rasa sakit itu kembali muncul. Namun, dibandingkan dengan luka yang ada di dalam hatinya, rasa sakit tersebut terasa tidak seberapa. Napasnya masih belum teratur. Perutnya beberapa kali terasa tidak nyaman hingga membuatnya memejamkan mata sejenak. Refleks, Aira menundukkan kepala dan mengusap bagian perutnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN