Di rumah sakit .... Pintu kamar perawatan terbuka begitu keras hingga membentur dinding. Suaranya memantul ke seluruh ruangan, membuat dua perawat yang tidak sengaja lewat di sana refleks menoleh. Napas Respati masih memburu setelah berjalan cepat menyusuri koridor. Rahangnya mengeras. Urat di pelipisnya tampak menonjol karena emosi yang sejak tadi dipaksa tetap dalam kendali. Atensinya tertuju pada sosok pria asing yang berdiri tidak jauh dari ranjang Lily. Salah satu tangan pria itu mencengkeram pergelangan tangan Lily dengan kasar. Sementara perempuan tersebut tampak meringkuk ketakutan di atas tempat tidur. Rambutnya berantakan. Air matanya membasahi kedua pipi. Wajahnya pucat seperti seseorang yang benar-benar baru saja lolos dari bahaya. "Kak!" Suara Lily pecah begitu melihat keha

