Malam masih terlalu dingin ketika Brian menggendong tubuh Aira keluar dari ruang bawah tanah melalui akses belakang mansion. Langkahnya cepat, tetapi tetap ia tahan agar tubuh perempuan itu tidak terguncang terlalu keras. Di belakangnya, Lina berjalan dengan wajah pucat sambil membawa tas kecil berisi beberapa barang yang sempat ia ambil terburu-buru. Tidak ada satu pun dari mereka yang berani berbicara terlalu keras, seakan dinding-dinding mansion masih bisa mendengar pengkhianatan kecil yang sedang mereka lakukan. Udara dingin menyambut mereka begitu pintu belakang terbuka. Brian menoleh sebentar ke arah koridor gelap yang baru saja mereka tinggalkan, memastikan tidak ada anak buah Respati yang mengikuti. Jantungnya berdegup terlalu cepat. Tidak hanya takut ketahuan, tetapi karena t

