Bab 71

2549 Kata

Di mansion Respati .... Aira hampir tidak memiliki waktu untuk berhenti sebentar dari langkahnya. Semenjak keluar dari mobil, ia berlari kencang memasuki mansion dengan napas yang masih sedikit memburu. Ujung cadarnya bergerak mengikuti langkah tergesa yang membawanya melintasi ruang tamu hingga ke area tengah rumah. Pikirannya hanya dipenuhi satu hal—jangan sampai Respati sudah pulang lebih dulu. "Mba Lina, Mas Respati—" "Aman, Nyonya." Lina memotong cepat. Ia segera memegangi lengan Aira, membantu sang nyonya menjaga keseimbangannya yang nyaris goyah karena berlari terlalu cepat. "Tuan belum pulang." Helaan napas panjang lolos dari bibir Aira. Bahunya yang semula menegang perlahan turun. Telapak tangannya refleks mengusap daada sendiri, mencoba meredakan debar jantung yang belum sepe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN