Di tempat rehabilitasi .... Aira berlari melewati lorong yang cukup ramai. Derap langkahnya menggema di lantai marmer mengilap yang membentang panjang dari satu sayap gedung ke sayap lainnya. Di kanan dan kiri, beberapa pasien yang mengalami gangguan kejiwaan tampak sibuk dengan aktivitas masing-masing. Ada yang duduk diam menatap taman melalui dinding kaca besar, ada pula yang sedang mengikuti sesi terapi bersama pendamping mereka. Beberapa kali langkah Aira harus terhenti karena beberapa pasien sengaja menghadangnya. Seorang wanita paruh baya bahkan sempat menarik ujung lengannya sambil tertawa pelan tanpa alasan yang jelas. Namun, tidak berselang lama, para perawat datang dengan sigap dan membimbing pasien-pasien tersebut kembali ke aktivitas mereka masing-masing. Aira hanya menga

