Aira terdiam beberapa saat. Ia menatap manik mata hazel suaminya yang berada begitu dekat di hadapannya. Kali ini tidak ada amarah yang meledak-ledak seperti biasanya. Tidak ada sorot tajam yang membuat siapa pun ingin menjauh. Yang ada hanya keseriusan yang terpancar melalui tatapan tenang pria tersebut. Bahkan, selama beberapa detik, Respati tidak berkedip sama sekali. Ia seperti sedang memastikan setiap ucapannya masuk ke dalam kepala sang istri. “Lemme show you who Kallandra.” Respati menarik satu sudut bibirnya ke atas, membentuk seringai tipis. “He’s player. The most pro at getting woman.” Mata Aira melebar refleks. Tubuhnya yang semula tegang mendadak kaku. Ia menatap Respati tanpa berkedip, berusaha mencerna apa yang baru saja didengarnya. Tidak. Tidak mungkin Kallandra yang se

