Bab 84

2789 Kata

Genggaman Respati pada pergelangan tangan Aira mengerat. Pikirannya langsung melompat pada satu kesimpulan yang membuat dadanya terbakar amarah. Ia menatap koper-koper yang tersusun rapi di lantai, kemudian kembali menatap wajah Aira yang tenang tanpa sedikit pun getar ketakutan. Bayangan tentang perempuan itu kabur dari mansion dan meninggalkan segala urusan yang belum selesai, membuat sesuatu di dalam dirinya bergerak liar tanpa terkendali. “Damn you, Aira!” umpat pria itu kasar. Suaranya menggema di dalam ruangan yang mendadak terasa sempit. Deru napasnya memburu. Dadanya naik turun menahan emosi yang sudah terlanjur meluap. Tatapannya berubah gelap, jauh lebih pekat dibanding amarah-amarah sebelumnya yang pernah ia tunjukkan pada perempuan tersebut. “Selangkah saja kamu keluar d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN