Bab 83

2730 Kata

Pintu besi di belakang Brian tertutup pelan, menyisakan Respati sendiri di ruangan dingin tersebut. Langkahnya bergerak mendekati Aira dengan tempo yang lambat. Meski begitu, setiap setiap jejaknya di atas lantai beton terasa penuh perhitungan. Setiap detik yang berjalan seperti sedang ia gunakan untuk mengamati sesuatu yang tidak ingin ia lewatkan. Tatapannya intens, bergerak turun dari mata sayu Aira menuju sekujur tubuhnya. Pria itu menilai sejauh mana kerusakan yang tersisa dari malam ia meninggalkan perempuan itu di tempat ini. Ada sesuatu di balik mata hazelnya yang sulit diartikan, campuran antara kewaspadaan dan rasa penasaran yang enggan ia akui keberadaannya. Sudut matanya kemudian bergeser ke arah piring berisi makanan yang tergeletak tidak jauh dari tempat Aira duduk. Sebag

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN