Respati menatap Brian sesaat lebih lama, mencoba menerka apakah ada sesuatu yang tersembunyi di balik jawaban singkat tersebut. Namun, ia tidak ingin membuang waktu lebih jauh membahas hal yang menurutnya tidak terlalu penting untuk didalami saat ini. Pria tersebut menghela napas pelan, kemudian melangkah kembali ke balik meja kerjanya. Ia memilih untuk mengalihkan pembicaraan pada urusan yang seharusnya menjadi prioritas utamanya hari ini. “Persiapan meeting sore ini?” Suaranya kembali datar. Nada bicara profesional yang biasa ia gunakan setiap kali membahas pekerjaan. Respati duduk di kursinya, mengambil salah satu map dokumen yang tergeletak di atas meja, meski matanya belum sepenuhnya fokus pada tulisan yang tertera di sana. Brian menghela napas lega. Diam-diam ia bersyukur karen

