Bab 86

2598 Kata

Bab 86 Aira berbaring di atas ranjang periksa ruang IGD sebuah rumah sakit. Tangannya tanpa sadar terus mengusap perutnya sendiri sejak tadi. Aurel berdiri di samping ranjang dengan wajah pucat. Sesekali ia menggenggam tangan Aira erat, seakan takut terjadi sesuatu pada sahabatnya jika ia lepaskan barang sedetik saja. Malvin memilih berdiri di sudut ruangan, mondar-mandir gelisah sambil sesekali melirik ke arah pintu. Ia menunggu dokter yang sejak tadi belum juga selesai memeriksa. Beberapa menit kemudian, seorang dokter yang biasa menangani Aira masuk sambil membawa hasil USG di tangannya. Wajahnya tenang. Sorot matanya teduh. Dokter Rivanda, dokter kandungan yang biasanya mampu menangkap sesuatu yang terjadi pada Aira. "Bagaimana kondisi kamu? Sudah lebih baik, Aira?" tanyanya sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN