“Lily!” Teriakan keras itu memecah keramaian di depan kampus. Seorang pria baru saja turun dari mobil sport silver metalik yang berhenti mendadak di pinggir jalan. Wajahnya berubah dalam hitungan detik ketika melihat tubuh Lily terbaring di atas aspal. Respati yang semula datang dengan niat menjemput perempuan tersebut sama sekali tidak menyangka akan disambut pemandangan seperti ini. Langkahnya panjang dan cepat. Dalam beberapa detik saja ia sudah berada di sisi Lily. Tatapan hazelnya menyapu tubuh perempuan yang dipenuhi luka dan bercak darah itu. Rahangnya mengeras. Kedua tangannya bergerak sigap mengangkat tubuh Lily tanpa memedulikan orang-orang yang mulai berkerumun di sekitar lokasi kecelakaan. “Call the hospital!” bentaknya pada seseorang di sekitar sana. Namun, bahkan tanp

