Bab 50

2506 Kata

Respati tidak menunda waktu lagi. Ia membuang benda tersebut ke sembarang arah. Pria tersebut menarik sebuah papan di ujung tempat tidur. Seketika belenggu yang mengunci kakinya mengencang. Rantai itu terangkat, menggantung kedua kakinya. Aira tersentak. Napasnya sudah tidak lagi beraturan. Belum selesai dengan keterkejutannya, rasa sakit itu dihantam makin dalam. Respati melakukan penyatuan dengan sekali hentakan. Wajah Aira terangkat. Embusan napas beratnya membuat kain cadar itu bergerak. Kedua tangan yang saling menggenggam itu berkeringat. Jangan tanya bagaimana sakitnya tubuh itu saat menerima sikap suaminya. “S–sakit, Mashhh ....” Perempuan itu meronta. Respati makin gencar melakukannya dengan membabi buta. Ia berulang kali mendorong miliknya dengan ritme cepat. Deru napasnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN