Bab 52

2606 Kata

Tangan lemah Aira berusaha menutupi wajahnya. Naluri yang selama ini tertanam begitu kuat membuatnya tetap ingin menyembunyikan diri, bahkan dalam keadaan genting seperti sekarang. “Aira.” Kallandra memanggilnya lembut. Tatapannya tidak beranjak barang sedetik pun. “Jangan keras kepala.” Perempuan itu masih mencoba mempertahankan tangannya. Namun, tubuhnya terlalu lemah. Tenaganya benar-benar habis. Tangan itu akhirnya jatuh kembali ke lantai balkon. Kallandra menggenggam kedua bahu Aira. “Lihat saya.” Mata Aira terbuka sedikit. Pandangan mereka bertemu dalam beberapa saat. Untuk pertama kalinya, Kallandra melihat wajah itu tanpa jarak, tanpa penghalang, dan tanpa kain cadar. Dadanya langsung bergetar. Bukan. Bukan karena kekaguman akan kecantikannya, melainkan kondisi perempuan itu y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN