Mobil yang dikendarai Respati berhenti di basemen sebuah pusat perbelanjaan elit. Mesin kendaraan sudah mati, tetapi Aira masih duduk di samping kursi kemudi. Sejak keluar dari mansion, sang suami hampir tidak mengeluarkan sepatah kalimat pun. Hanya ada keheningan yang sesekali terpotong oleh suara navigasi mobil. Perempuan itu mengembuskan napasnya pelan. Ia menoleh ke samping. “Mas, acara kamu ... di mall?” “Hm.” Jawaban singkat itu membuat Aira makin bingung. Perempuan tersebut mengedarkan pandangan keluar kaca mobil. Deretan stan mewah berdiri berjajar di beberapa lantai. Tempat itu jelas jauh dari bayangannya tentang urusan pekerjaan Respati. Aira turun setelah Respati lebih dulu keluar dari mobil. Hari ini ia mengenakan outer panjang warna beige yang dipadukan dengan rok hitam se

