Bab 48

2580 Kata

Sesampainya di mansion Respati .... Aira sedikit kesusahan ketika turun dari motor besar tersebut. Kallandra yang melihatnya dari kaca spion seketika mengulurkan satu tangannya, berniat membantu perempuan tersebut supaya lebih mudah turun dari jok motornya. Beberapa detik, Aira memandangi tangan besar yang terlapis sarung tangan tersebut. Matanya mengerjap, seakan tidak percaya. Ia menggeleng pelan ketika memahami maksud dari uluran tangan itu. “Saya bisa sendiri, Tuan.” Bibir Kallandra berdecak sebal. “Tuan lagi.” Ia menghela napas panjang, merasa sangat keberatan dengan panggilan tersebut. “Maksud saya ... Mas.” Aira membenarkan panggilannya. Ia kembali berusaha turun dari motor itu. Setelah beberapa kali mencoba menjaga keseimbangan, akhirnya kedua kakinya berhasil menapak sempurn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN