Bab 81 Lily terenyak mendengar pernyataan Kania. Senyum tipis yang sejak tadi bertahan di wajahnya nyaris runtuh begitu saja. Jemari yang berada di atas pangkuan perlahan menegang hingga buku-buku jarinya memutih. Ia seperti merasa terancam. Jangan sampai. Pikiran itu refleks muncul begitu cepat di kepalanya. Tenggorokannya mendadak terasa kering, sementara jantungnya berdetak jauh lebih cepat dibanding beberapa menit sebelumnya. Ia bahkan harus mengatur napas secara diam-diam agar tidak terlihat panik di hadapan semua orang. Selama ini, tidak ada seorang pun yang mengetahui dari mana sebagian besar ide desain yang ia tunjukkan kepada Kania berasal. Tidak ada yang tahu bahwa berulang kali ia mencuri konsep, sketsa, bahkan rancangan yang dibuat Aira tanpa perempuan bercadar itu tahu. Dan

