Bab 80 Dari ambang pintu, Lily muncul sambil membawa dua cangkir cokelat panas. Perempuan itu mengenakan pakaian tidur sederhana berwarna krem. Rambutnya tergerai rapi di belakang bahu. Senyum kecil yang hangat terbit ketika melihat Respati masih berada di luar. “Kakak belum tidur?” Respati menoleh sebentar. Tatapannya jatuh pada dua cangkir yang berada di tangan Lily. Setelah itu, ia kembali memandang ke depan. “Belum.” Lily berjalan mendekat. Ia meletakkan salah satu cangkir ke atas meja kecil, tepat di samping kopi yang sudah tidak lagi berasap. Perempuan itu sempat melirik minuman tersebut sebelum kembali menatap Respati. “Kopi Kakak udah dingin.” “Hm.” Jawaban singkat itu tidak membuat Lily tersinggung. Selama ini ia sudah cukup terbiasa dengan sikap Respati yang tidak banyak

