Bab 46

2659 Kata

Gerakan Respati yang sempat terhenti kembali normal. Sendok di tangannya perlahan menyendok sup buntut yang ada di mangkuk. Namun, pria itu tidak langsung memakannya. Atensinya masih tertuju pada Biantara. “Sekarang umur kamu sudah tiga puluh tiga tahun.” Biantara berujar kembali. “Tentunya kamu ingat janjimu dulu, ‘kan?” Suasana meja makan mendadak tegang. Yasmin yang semula sibuk mengambil lauk ikut mengangkat wajah. Kania pun menoleh ke arah putra sulungnya. Bahkan, Hanggara dan Ranti yang sejak tadi menikmati makan siang hanya diam sambil memperhatikan reaksi Respati. Aira yang duduk di antara Respati dan Kallandra langsung menundukkan pandangan lebih dalam. Entah kenapa, ia merasa topik tersebut tidak pantas didengar. Hatinya sempat tercekat. Perempuan tersebut pernah bersumpah ji

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN