64. Semarang 2

2124 Kata

Esok paginya, aku bersikap seolah tidak pernah terjadi apa pun. Mas Fendi langsung menatapku tajam ketika dia turun ke dapur, tetapi aku pura-pura tidak ingat apa apa. Biarkan saja dia kesal, aku tidak akan peduli itu. Saat ini aku sedang membantu Tante Ika masak untuk sarapan. Lebih tepatnya, aku sedang membantu mencuci bumbu-bumbu dan sayuran. Kali ini aku tidak berani menentukan rasa masakan. Aku hanya akan membantu sekenanya saja, biarkan Tante Ika yang mengatur semuanya. “Masak apa, Bu?” tanya Mas Fendi sembari membuka kulkas dan mengambil air mineral. “Banyak. Nanti kamu tinggal makan aja.” “Mbak Hani kapan datang?” “Udah otw.” “Sepagi ini?” “Iya. Mau ikut sarapan di sini katanya.” Mas Fendi melirikku, sementara aku langsung melengos. Aku ingin tersenyum, tetapi tidak mau Mas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN