71. Lamaran + ?

2016 Kata

“Ibu ... makasih banyak, ya?” ucapku malam itu ketika duduk berdua di halaman belakang sembari makan tahu isi buatan Novia. Tadinya ibu makan malam di sana karena gerah di dalam, lalu aku menyusul. Ngomong-ngomong, aku tiba di rumah tadi siang dan langsung mengabari Mas Fendi. Dia masih di kantor karena cutinya mulai besok. Aku dengar, kerjaannya sedang banyak karena memang Bumi-Tech tidak pernah kehabisan proyek. “Enggak perlu bilang makasih, Sil. Ibu justru yang minta maaf karena kemarin egois banget. Ibu cuma mikirin diri sendiri terus.” Ibu menoleh dan menatapku dengan tatapan bersalah. “Ibu minta maaf, ya?” Aku menggeleng pelan. “Ibu enggak perlu minta maaf karena sejak awal aku paham apa yang Ibu rasain. Dari aku pribadi juga sempat ada ketakutan karena kasus yang sebelas - dua be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN