Sebuah Harapan

2029 Kata

Kristal tengah mengeringkan rambutnya, duduk di meja rias, sementara Kaisar asyik memangku laptop di kasur masih mengenakan jubah mandinya. "Apa kamu tidak mau berganti pakaian?" Kristal melirik suaminya dari pantulan cermin. "Nanti saja." Fokus pria itu kembali tertuju pada layar persegi di hadapannya usai melirik Kristal sekilas. "Aku sudah sangat lapar, aku bebas malam ini dan aku akan makan apa saja yang aku inginkan," gumam Kristal, kembali menyimpan alat pengering rambutnya dan bangkit dari sana. "Ayo Kai, aku sudah sangat lapar." "Hm." Mematikan laptop dan menuntun istrinya menuju balkon. "Aku menyuruh Bi Sherly mengirim makan malam ke balkon. Kristal menatap antusias aneka makanan yang terhidang di meja. Sesuai pesanannya, ada sop iga, capcay kuah dengan isian seafood yang tak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN