Bab 114

2163 Kata

Suasana yang semula ramai mendadak sunyi. Pertanyaan Sadewa membuat Arini membeku. Jantungnya berdegup kencang. Ia terkejut, tidak menyangka jika ucapan Angga dan Rania kapan hari jadi kenyataan. Karena tidak kunjung mendapat jawaban, Sadewa berdeham kecil guna menutupi kegugupannya. Walau sudah merangkai berbagai kalimat panjang di otaknya, tetapi tetap saja jika di kondisi nyata seperti ini akan sulit dikeluarkan secara gamblang. Apalagi ini kali pertamanya ia menyatakan perasaannya dan di hadapan beberapa orang sekaligus. Jelas ini menjadi pengalaman yang mungkin tidak akan terlupakan seumur hidup. Pria tersebut harus siap menahan malu andai saja Arini menolaknya. Angga menatap Arini dalam. Hatinya ikut gelisah setelah mendengar pernyataan yang Sadewa utarakan pada perempuan pujaan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN