Bab 57

2094 Kata

Keputusan sepihak itu membuat sorot mata Arini menajam. Dadanya naik turun menahan gejolak yang sejak semalam terus menghimpit. Ia sudah memikirkan semuanya—tentang hubungan tersembunyi ini, tentang batas yang selama ini ia langgar tanpa berani menghentikan. Bayangan Anita terus muncul di kepalanya. Kebaikan wanita itu justru menjadi beban paling berat. Rasa bersalah menggerogoti, tidak memberi ruang untuk tenang. Bahkan saat malam, ketika seharusnya ia beristirahat, matanya justru panas—menangis dalam diam tanpa mampu ia cegah. “Mas… sadar, nggak, sih?” Suara Arini bergetar, tapi tegas. Ia menatap da.da lurus, menahan diri agar tidak goyah. “Mba Anita itu wanita yang baik. Dia istri yang sempurna. Kamu nggak seharusnya menyakitinya seperti ini.” Namun Arka tidak bergeming. Seolah kata-

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN