“Banyak pekerjaan di kantor. Jadwal meeting juga padat hari ini.” Alibi Arka cukup membuat Arini diam-diam berdecih sinis. Pandai sekali Arka membohongi istrinya. Sementara Anita, wanita itu mengangguk paham. Ia mengambil alih tas dan jas yang dibawa oleh Arka. “Ya, sudah, kita masuk dulu, Mas. Aku siapkan air hangat. Kamu berendam sebentar supaya pikiran lebih fresh.” Arka mengangguk, kemudian masuk tanpa berkata apa-apa lagi. “Arin, tolong bawa Mba Sarni ke paviliun, ya. Kamu atur aja, deh, gimana baiknya.” Arini mengangguk paham. “Siap, Mba.” Setelah mendapat kesanggupan dari Arini, Anita masuk ke rumah. Dan Arini mengajak Sarni untuk pergi ke paviliun. “Bude, nanti tidurnya bareng aku aja, selagi kamar yang sebelah belum dibersihin.” Pandangan Sarni mengedar ke sekeliling ruan

