Bab 59

4722 Kata

Dengan ragu, Arini menerima test pack itu. Jemarinya terasa dingin saat menggenggam benda kecil tersebut. Tanpa menatap Arka lagi, ia berbalik dan melangkah menuju kamar mandi, menutup pintu di belakangnya dengan pelan—seolah ingin menahan dunia di luar agar tidak ikut masuk. Di dalam, ia berdiri kaku beberapa detik. Napasnya terasa pendek, dadanya naik turun tidak teratur. Tangannya bergerak hampir otomatis, mengikuti apa yang harus dilakukan, meski pikirannya dipenuhi kegelisahan yang tak beraturan. Satu detik. Dua detik. Waktu berjalan lambat—terlalu lambat. Arini menatap alat tes itu tanpa berkedip setelah mencelupkan benda itu ke dalam air seninya. Dalam diam, harapan dan doa bertabrakan di dalam kepalanya. Ia bahkan tak sadar bibirnya bergerak pelan, memohon sesuatu yang ia send

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN