Bab 60

3765 Kata

Arini menelan ludahnya kasar. Tatapan Arka tidak lagi sekadar tajam—lebih dari itu, seperti vonis yang siap dijatuhkan tanpa perlu sidang. Dingin, pasti, dan menekan dari segala arah. Ia memaksa dirinya tetap menatap balik. Meski jantungnya berdetak tidak karuan, ia berusaha menjaga raut wajahnya tetap tenang. Ia tahu dirinya tidak bersalah. Namun, berada di posisi seperti ini—di hadapan seseorang yang sudah lebih dulu menyimpulkan, tetap membuat seluruh keberaniannya terasa rapuh. Udara di ruangan itu mendadak terasa semakin berat. Pengap. Menyesakkan. Arini menarik napas dalam-dalam, berusaha menahan getar yang mulai merambat ke tubuhnya. Ia menegakkan punggung, memaksa dirinya tetap berdiri tanpa goyah. Tidak. Ia tidak mau terlihat lemah. Tidak di depan Arka. “Mas… aku nggak ngerti,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN