“Kalau ada yang lamar kamu ... kamu mau terima, Rin?” Pertanyaan tiba-tiba Angga membuat Arini mengerutkan kening. Ia menggeleng. Tawa lirihnya terdengar. Rania dan Angga saling pandang, bingung dengan respons Arini, tetapi membiarkannya begitu saja. “Kamu kenapa tiba-tiba tanya gitu, Ngga?” “Jadi, Angga denger kalau Pak Sadewa itu tertarik sama kamu. Dia berniat buat lamar kamu.” Rania langsung berterus terang. Semalam keduanya memang saling berbalas pesan. Bahkan, Angga mengirimkan bukti rekaman suara obrolan Sadewa dan Arjuna. Arini langsung terdiam. Ia bingung untuk memberi respons atas pernyataan Rania. Bola matanya bergerak gelisah, mencari jawaban. Ah, benarkah? Kenapa mendengarnya justru seperti beban tambahan? “Jangan diterima, ya, Rin.” Permintaan Angga membuat Arini

