Bab 52

1625 Kata

Suasana hening beberapa saat, sebelum akhirnya suara langkah kaki Arini yang berlari kecil mulai terdengar mendekat. Perempuan itu datang tergesa, tapi tetap menampilkan senyuman lebarnya. “Eh, ada Mama,” ucap Arini terkejut. Ia mendekat, menggamit tangan Irna untuk disalami lalu menaruh atensinya ke Anita. “Ada apa, Mba? Mau minum? Atau—“ “Duduk dulu, Arin.” Anita menyela. “Kami nggak mau minum. Kami mau ngobrol sama kamu.” Bibir Arini terlipat ke dalam. Ia mengangguk pelan seraya mendaratkan tubuhnya di sofa tunggal. Pikirannya mulai bercabang, menebak alasan kenapa sekiranya ia didudukkan di sini sekarang. Tapi, Arini pastikan ia tidak pernah berbuat masalah di perkuliahannya, selain pekerjaan sebagai asisten rumah tangga yang akhir-akhir ini kurang memuaskan, mungkin. “Bagaimana k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN