Arini beringsut. Berusaha menjauh. Ia terus mundur ke belakang, hingga tubuhnya punggungnya membentur dinding. "Kamu mau apa, Mas? Kenapa datang ke sini?" Arini bertanya dengan suara bergetar. Matanya menatap Arka tajam, berharap pria itu menjaga jarak darinya. Namun, Arka sama sekali tidak menghiraukannya. Ia justru semakin maju dan mendekat hingga jarak di antara mereka hanya tersisa satu jengkal. Senyuman miring tercetak di wajahnya. Arini yang melihat tatapan Arka sudah bisa mengartikannya. Ia menggeleng. Ketakutannya makin menjadi. Tubuhnya bahkan terasa kaku sekarang. Bulir bening di matanya pun makin penuh. Hanya butuh waktu sekejap untuk runtuh. "Pergi, Mas! Jangan kemari lagi! Semuanya udah selesai. Aku udah bilang, Mas. Aku nggak mau melakukan ini lagi." Suara tinggi Arin

