Tiga hari kemudian .... Arini duduk di kursi taman fakultas. Jam kuliahnya siang ini digantikan dengan kuliah umum yang akan dilaksanakan tiga puluh menit lagi. Selagi menunggu, ia mengeluarkan binder dari tas. Beberapa tugas yang mulai menumpuk, ia cicil perlahan. Perempuan tersebut baru saja mengeluarkan pulpen ketika seseorang menepuk bahunya dari belakang. “Rin?” Bahu Arini bergerak kasar, terperanjat kaget. Ia memutar badan. Matanya membulat sempurna kala menemukan sosok pria berkaus putih, dilapis dengan kemeja cokelat. Pria itu kini memamerkan segaris senyuman lebar. “Angga?” Arini mengernyitkan dahi. Pria di hadapannya tersenyum lebar. Wajah itu masih sama. Garis senyumnya juga masih sama persis saat terakhir kali ial lihat di Bali. Hanya saja, rambut hitam dan jatuh itu

