Bab 103

2892 Kata

Rania memainkan jemarinya gamang. Sudah setengah jam lamanya ia duduk di depan ruang periksa tersebut. Setelah perdebatan yang alot dengan Angga, akhirnya Arini bersedia memeriksa kandungannya ke dokter. Menoleh, Rania menemukan Angga yang juga menunggu dengan wajah datar. Entah apa yang tengah dipikirkan oleh pria itu, yang pastinya Rania tahu—pikiran Angga tengah riuh penuh terkaan. Pria itu beranjak dari sana. Rania tidak menahannya sama sekali. Ia membiarkan Angga berlalu membawa pikirannya yang berkelumit. Rania melirik arloji yang melingkari pergelangan tangannya. Mengamati sudah berapa lama ia habiskan waktu menunggu. Pada saat sibuk menghitung detak jarum arloji, pintu ruangan berderit terbuka. Arini keluar dari sana. Wajah perempuan itu terlihat pucat. Langkahnya yang gon

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN