Bab 104

2152 Kata

Arini menggeleng. “Maaf, Mba. Arin nggak bisa terima itu. Mau gimanapun, Arin harus mengatasi masalah Arin sendiri kali ini. Arin nggak mau bergantung lagi sama Mba.” Penolakan Arini membuat Anita sedikit kecewa. Ia mengembuskan napas gusar. Kedua tangannya saling menggenggam. Tatapan beratnya ia layangkan pada perempuan di depannya. “Pulang besok, ya, Rin. Nunggu Mas Arka pulang dari luar kota.” Tidak ada jawaban. Arini menatap gamang pada nyonyanya tersebut. Justru karena tahu Arka sedang pergi, ia mengambil kesempatan ini. Jika sampai menunggu Arka pulang, perempuan tersebut tidak lagi memiliki kesempatan untuk lepas dari rumah ini. “Tapi, orang tua Arin nggak bisa nunggu lagi, Mba.” Anita menggigit bibir bawahnya. Ia berusaha mencari jalan keluar supaya Arini tidak pergi dari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN