Bab 40

1687 Kata

Senyum Arini terlipat melihat sikap Arka yang berlagak tidak tahu apa pun. Perempuan itu meneruskan kegiatannya mengoleskan bumbu ayam bakar di atas pan. “Bahkan di saat nggak ada orang pun, Anda masih enggan melepas topeng, Tuan.” Kernyitan di dahi Arka kian menebal. Pria itu masih meraba ke mana Arini membawa arah obrolan mereka. “Saya benar-benar tidak paham dengan apa yang kamu bicarakan, Arini.” Terpaksa, Arka mengikuti cara bicara Arini yang formal untuk berjaga-jaga jika saja ada yang mendengar. Seembus napas kasar lepas dari mulut Arini. Ia mematikan kompor sejenak. Kegiatannya memanggang ayam telah selesai. Muak dengan sikap Arka, ia beranikan diri untuk menatap manik mata hitam pria tersebut. “Kamu membawa dirimu begitu baik di hadapan mertua kamu, Mas. Sampai-sampai aku m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN