Setelah berhari-hari mempertimbangkan, Arini memilih untuk tidak mengikuti saran Asih. Setuju untuk mengirimkan barang ke Jakarta sama saja bunuh diri. Sebab, Arka bisa saja menemukannya dengan mudah. Pada akhirnya, ia memilih untuk membuka toko sembako di samping rumahnya. Halaman samping yang cukup luas dibangun ruko. Prosesnya cukup cepat. Kurang dari setengah bulan, bangunan itu sudah siap digunakan. Sistem yang Arini pakai seperti minimarket yang memakai sistem kasir. Ia sengaja meminta Asih untuk berjaga di bagian kasir. Barang grosir diletakkan di rak atas, sedangkan barang eceran diletakkan di bawah. Setiap barang yang ditaruh di rak display, sudah diberi label harga. Arini benar-benar memikirkan konsep tokonya dari hulu ke hilir. Toko bercat putih dengan list hijau itu ber

