Bab 43

1771 Kata

Arini menjatuhkan tubuhnya di kursi kayu, desahan lelah menghiasi tiap menitnya. Hening, perempuan itu menatap pintu paviliun yang tertutup rapat. Arka baru saja membantingnya cukup keras. Suasana hati Arini masih tidak karuan, rasa bersalah serta rasa tidak percaya diri mulai mendera. Ia mulai merutuki dirinya yang dengan mudah dikendalikan orang lain. Tidak mau berlarut dengan pikirannya sendiri, Arini memutuskan untuk melanjutkan pekerjaannya saja. Ia melangkah keluar, mendapati taman belakang yang sepi. Lantas, Arini pun mulai naik ke rooftop melalui tangga belakang. Di atas sana, sinar matahari sore yang masih terasa hangat menyusup melalui sela-sela kanopi. Arini menemukan Restu yang tengah membersihkan pot-pot bunga di tepian tembok rooftop. Pandangan keduanya pun bertemu,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN