Bab 42

1403 Kata

Arini mengaduk pelan nasi di piringnya. Ia masih didera rasa kebingungan. Entahlah, pertemuan dengan orang tua Anita yang terlampau baik membuatnya berpikir jika ini adalah mimpi. Tapi, suara berat Mahesa yang kembali menanyakan kesanggupannya membuat Arini menyadari, jika tawaran menggiurkan itu memang nyata adanya. “Bagaimana, Arini? Kamu sanggup kalau harus belajar lagi, ‘kan?” Irna menjulurkan tangannya, mengusap penuh kasih puncak kepala Arini. “Tenang saja, Sayang. Jangan pikirkan masalah biayanya, kami yang tanggung. Semua fasilitas dan keperluan kuliah yang kamu butuh, kami jamin.” Perempuan itu tetap membisu, tawaran dari Mahesa dan Irna benar-benar menggiurkan baginya. Akan tetapi, sejenak Arini seperti terlempar pada kenyataan hidupnya kala ia bertemu tatap dengan manik m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN