Bab 98

2688 Kata

“Nggak ada siapa-siapa, Rin. Di sini cuma ada aku sama Angga.” Rania memeluk Arini. Tidak satu detik pun ia melepasnya. Sementara tatapannya kini berkeliaran, menatap jendela yang kamar rawat yang ditunjuk Arini sedari tadi. Angga gegas memeriksa. Ia melangkah ke arah pintu. Menarik benda tersebut hingga terbuka lebar. Kepalanya menoleh ke segala arah. Tidak ada siapa pun di sana. Suasana rumah sakit benar-benar sepi pada jam sekarang. Yakin bahwa tidak ada seseorang yang dimaksud Arini, Angga menutup pintu tersebut. Ia memutar kunci lalu kembali menghampiri Arini. Tangan dingin perempuan itu digenggam erat. “Aku udah cek, Rin. Nggak ada siapa-siapa. Kamu mimpi, ya?” Arini mengangkat wajah. Memaku tatapannya pada Angga yang kini menatapnya lamat-lamat. Sorot mata lelaki tersebut be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN