Arka langsung menarik kerah belakang kemeja Adrian. Tubuh sahabatnya sampai terlempar ke sisi sofa. Ia menatap berang pada pria yang baru saja mengungkung tubuh Arini. “Arka?” Adrian menatap heran. “Apa yang kamu lakukan, Ad?” Arka bertanya penuh sarat curiga. “Apa yang kamu lakukan termasuk pelecehan. Paham?!” Adrian dan Arini saling pandang dalam beberapa saat. Perempuan itu berdiri. Ia mendekat ke arah Arka, kemudian menggenggam lengan pria tersebut. Tatapannya merangkak, menyusuri wajah yang kini rahangnya mengetat. Ia menggeleng. Tatapannya begitu dalam terhadap Arka. Arini tidak ingin Arka salah paham. Sikapnya itu bisa saja membuat Adrian curiga. D.a.da Arka naik-turun cepat. Napasnya terengah-engah. Ia menangkap sorot mata Arini yang seolah mencegah. Pria tersebut lantas

