Terdiam, Arini hanya menatap dalam pria yang selama ini terus-terusan mengintimidasinya. Hubungan gelapnya dengan Arka membuat Arini merasa menjadi sosok yang makin tidak tahu diri. Mengingat bagaimana Irna dan Anita memperlakukan dirinya dengan baik, rasa bersalah membebat di hati. “Berhenti mengancamku, Mas! Aku capek. Aku nggak mau jadi perempuan yang nggak tau diri!” Arka melangkah maju, menghapus jarak dengan tubuh perempuan tersebut. “Tinggal jalani semuanya tanpa banyak bicara, Arin. Dan selama itu, kamu akan aman.” Arini hanya mampu terkekeh mendengar bisikan Arka. Semudah itukah posisinya di mata pria tersebut? “Nggak, Mas. Sepandai apa pun kita menyimpan kebohongan, suatu saat pasti akan kebongkar!” Arini menekan tiap kata yang ia ucap. “Aku nggak mau, Mas. Aku nggak mau s

